Form follow function, istilah populer yg berarti bentuk menyesuaikan fungsi, ini juga berlaku pada perspektif kita terhadap parkour. Ketika parkour adalah sebuah gunting, akan terjadi malfungsi jika kita gunakan untuk memukul sesuatu. Maka memahami sesuatu atau parkour sekalipun sangat kita butuhkan sebelum kita mengeksekusinya tanpa mengerti terlebih dahulu. 
Tanpanya, parkour akan memberikan dampak buruk bagi diri sendiri dan sekitar akibat penyalahgunaannya. Memahami bentuk dan memfungsikannya dengan benar adalah cara terbijak untuk menjadi dan bertahan di parkour (Etre Et Durer)

 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



"it's a bird! it's a plane! it's superman!"

Menjadi sebuah ungkapan yang tak asing di telinga kita ketika berbicara tentang sosok pahlawan manusia yang memiliki kemampuan terbang ke sana kemari untuk memberantas kejahatan di muka bumi. Ketika sosok yang dikenal dengan nama Superman ini terbang melintas dari ketinggian, warga masyarakat yang tak sengaja melihatnya terkejut dan sulit mengidentifikasi apakah sebenarnya
yang mereka lihat itu sehingga terlontar ungkapan tersebut.

Apa atau siapapun Superman itu, kita hanya akan berbicara tentang cerita fiktif yang diangkat dari sebuah komik saja.
Namun bagaimana bila kita melihat hal itu di kehidupan nyata? Kira-kira apa yang kita lontarkan pada saat itu?
Bagaimanapun penilaian kita terhadap hal tersebut, beberapa media sudah berhasil melabeli aksi loncat-loncat gedung ini dengan nama Parkour.

Sayangnya, bagi para traceur(sebutan bagi pelaku Parkour) sendiri masih harus bersedih ketika masyarakat lebih mengenali parkour karena aksi loncat gedung itu sendiri dan mengasosiasikannya dengan olahraga ekstrim.

Melalui desain kaos ini, para traceur menyuarakan bahwa mereka berlatih melalui proses yang cukup panjang untuk memperkuat fisik dan mental agar memiliki kemampuan melewati segala rintangan yang ada di lingkungan dan hidupnya.
Bukan untuk mencari hasil akhir tapi untuk menemukan proses.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Prehistoric
David Belle dikenal sebagai founder Parkour.
Ya, beliau adalah penemu, bukan creator atau pencipta dari disiplin yang dipercaya telah ada sejak jaman prasejarah.
Disiplin bergerak dan adaptasi diri terhadap lingkungan yang seiring majunya jaman ini perlahan menghilang dan ditemukan kembali oleh David Belle.

Tanpa campur tangan teknologi, mesin, kendaraan dan peralatan modern yang biasa kita temui saat ini, manusia purba hanya mengandalkan tubuhnya sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Atas dasar ini, mereka bergerak, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara natural dan alami. Bukan di belakang kemudi mereka pergi bekerja dan bukan pula di belakang layar monitor mereka bekerja, tapi berlari menjadi pilihan saat matahari memberinya deadline, melompat, memanjat, berayun dan menggotong hewan buruannya untuk dibawa pulang ke goa, tempat mereka tinggal karena seperti itulah mereka bekerja.

Rutinitas membuatnya berproses dan belajar. Dari adaptasi hingga proses menuju kinerja yang efektif dan efisien (progres). Seperti halnya mereka, GREEP mengajak kita untuk menjadikan hidup sebagai tujuan kita di Parkour. Dengan itu kita bisa melihat bahwa hasil akhir bukanlah yang kita cari karena hasil akhir dari hidup adalah apa yang sudah kita perbuat semasa hidup, maka proses untuk menjalani hidup lebih baiklah yang kita cari dan perjuangkan.