Apa yang terjadi bila seorang pemain bola menendang kepala lawan dalam pertandingan sepakbola? Apa yang terjadi jika tendangan dilakukan oleh seorang petinju pada pertandingan tinju? Apa yang terjadi bila seseorang berlari ke garis finish tanpa mengenakan karung pada lomba balap karung? 
Jawaban tepat untuk tiga ilustrasi di atas adalah melanggar aturan. 

Cabang olahraga apapun, semua mempunyai tujuan. Salah satu contoh adalah basket yang mana tujuan permainan ini adalah memasukkan bola ke dalam ring lawan. Namun dalam mencapai tujuan tersebut, masih dibutuhkan aturan-aturan yang diberlakukan untuk menjaga sportifitas dalam permainannya. 

Untuk memasukkan ke dalam ring, pemain basket tidak diperbolehkan dengan hanya sekedar membawa bola dan memasukkannya, melainkan mereka harus memantulkannya ke lantai (driblling) dalam bergerak dan membawa bola untuk tujuannya memasukkan bola dalam ring lawan. Permainan basket tanpa driblle akan mustahil untuk disebut basket.


 1.1 Dwi Marluddiyanto dan Langit Wira di car free day raya darmo ( Photo by Antarafoto.com )

Di parkour, aturan apa yang berlaku? Banyak dari kita yang masih terjebak di pemikiran bahwa tujuan parkour adalah untuk menguasai 1001 gerakan "wah" yang banyak dan sering dipersembahkan oleh youtube ketika kita sedang menonton video parkour. 

Banyak pula media yang menggiring pemahaman kita terhadap parkour bahwa salto / flip adalah bagian dari gerakan parkour, bahkan flip ini menjadi gerakan wajib yang harus kita mampu lakukan di parkour. 
Jika itu di atas masih menjadi anggapan kita terhadap parkour, sangat dimungkinkan muncul aturan-aturan dalam parkour. Dengan begitu parkour akan dipahami menjadi seperti berikut,
parkour adalah olahraga yang bertujuan untuk menguasai banyak gerakan hebat dengan aturan praktisi harus wajib bisa melakukan flip.

Berbicara tentang parkour disamping sepakbola, tinju dan basket seakan kita berbicara tentang kesamaan diantara kesemuanya dan itu adalah olahraga. Namun diantara ketiganya, parkour adalah olahraga yang tidak dipertandingkan. Karena hal itulah yang menjadi salah satu alasan bahwa parkour tidak memiliki aturan yang harus disepakati bersama. "No rule - No competition", dua kata tersebut banyak dan sering disuarakan oleh para OT (Orginal Traceur) atau pendahulu - pendahulu parkour. 

Dua kata yang dinilai cukup lantang untuk menjaga kelestarian nilai - nilai positif yang ada di parkour, nilai yang jauh lebih berharga dibanding apa yang didapat dari hasil ketika kita mengkompetisikan parkour. Nilai - nilai kehidupan seperti semangat untuk mengembangkan diri lebih positif karena inisiatif diri yang kuat, jiwa menolong dan saling membantu (altruisme), kesuksesan yang didapat karena usaha dan proses yang tidak instan dan banyak nilai yang lain akan hilang jika kompetisi mewarnai dunia parkour.

Meskipun No rule - No competition adalah pesan yang terus disuarakan hingga kini, parkour is a rule and a competition though atau parkour sebenernya memiliki sebuah aturan dan merupakan sebuah kompetisi. Parkour merupakan sebuah disiplin yang memiliki aturan jelas dan tegas. Aturan yang diciptakan tanpa campur tangan manusia, aturan yang terbentuk tanpa perlu kesepakatan bersama antar praktisi, aturan yang diciptakan Tuhan untuk alam, aturan tegas tanpa cacat dan sempurna yang bisa mengatur jalannya permainan di parkour. Kita bisa menyebut aturan ini sebagai hukum alam. Hukum yang diciptakan sejak alam diciptakan dan parkour bekerja di bawah prinsip, aturan dan hukum alam.


1.2 Jamming Regional Parkour Jawa Timur 2011 Surabaya

Sebutkan apa yang tidak bahwa aturan yang berlaku di parkour adalah bukan hukum alam? Kita bukan Superman yang memiliki pilihan jatuh ke tanah tanpa hancur atau terbang ketika kita terjatuh dari ketinggian tapi kita adalah buah apel yang jatuh dari pohonnya. Kita masih berada di dunia dimana ilmu fisika masih diperhitungkan. Kesadaran atas aturan alam ini yang membuat parkour seharusnya bukan terkategori sebagai olahraga ekstrim dimana nyawa kita pertaruhkan karena kita meletakkan diri kita dalam bahaya. Sebaliknya, aturan alam ini yang harusnya membuat parkour diletakkan sebagai media bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk bahaya. Sebagai contoh, gerakan roll adalah solusi dalam parkour untuk mengadaptasi alam dimana gravitasi selalu konsisten menarik kita ke bawah namun memposisikan tubuh bulat saat melakukan roll dapat memanipulasi impact yang dihasilkan.

Lepas dari hukum gravitasi, berikut ini juga merupakan aturan dan hukum alam yang juga berlaku dalam parkour. Bagaikan audisi - audisi pencarian bakat yang ada di stasiun televisi, parkour dengan hukum alamnya juga senantiasa menseleksi praktisi - praktisinya. Semacam hukum rimba, parkour akan menyingkirkan mereka yang lemah. Di antara sekian kategori kaum lemah yang ada di parkour, mereka yang lemah akan pengetahuan dan pemahaman parkour adalah yang paling rentan diantara lainnya.

Saya membagi menjadi 3 level tentang bagaimana parkour membuang mereka yang lemah akan pemahaman dan pengetahuan parkournya :

1. Easy 

Level ini adalah level terhalus tentang bagaimana
parkour mengusir mereka. Saya ilustrasikan seperti praktisi yang tertarik dengan parkour karena video - video parkour yang dinilai mereka keren sehingga mereka mencoba untuk bergabung dengan komunitas parkour yang ada di kotanya. Lalu mereka kecewa karena ternyata untuk belajar parkour butuh waktu lama dan butuh latihan fisik yang berat. Karena itu tidak sesuai dengan apa yang mereka kira, sampai disitu mereka berhenti di parkour.

2. Medium 

Sesuai namanya, level ini adalah level sedang yaitu tentang bagaimana parkour dengan hukum alamnya mengeliminasi praktisi yang tidak berkompeten di parkour. Diilustrasikan sebagai berikut; Seorang yang kurang memahami parkour sedang berlatih vaulting. Berbekal pengalaman visual dari youtube dan ingatan seadanya mengenai king kong vault yang dilihatnya, seseorang ini mempraktikannya tanpa tahu bagaimana mempelajarinya secara mudah dan aman untuk dipraktikannya. Yang dilakukannya adalah gerakan spontan dengan sekejap mengkoordinasikan antara otak yang sedang mengingat bentuk kingkong vault tersebut dengan tubuh untuk diinstruksikan serupa dengan apa yang ada di otaknya. Namun malang nasib seseorang ini karena patah tulang membuatnya harus berhenti sejenak dari parkour dan ternyata berhenti sejenak ini berarti selamanya karena pemahaman kurangnya atas parkour membuat insiden ini memberikan trauma dan janji untuk berhenti parkour.

3. Hard 

Tanpa banyak basa basi dan penjelasan ilustrasi, hard ini adalah level dimana parkour dengan hukum alamnya menghilangkan praktisi parkour yang tidak memahami parkour dengan cara menghentikan parkournya tanpa kesempatan kedua kali. Kata lainnya adalah tewas. Belum lagi ternyata disitu ada orang awam yang melihat kejadian tersebut dan menyimpulkan bahwa orang itu tewas karena parkour dimana anda yang memahami situasi ini melihat bahwa kesalahan adalah pada pelaku yang bersangkutan (human error) karena tidak memahami bagaimana parkour bekerja dan bagaimana menyikapinya.

Dan parkourpun sebuah kompetisi. Kompetisi yang benar - benar sehat dan adil karena dengan siapa kita berkompetisi di parkourlah yang menjadikannya itu adil. Di parkour kita akan berkompetisi dengan diri kita sendiri. Pernah dikatakan bahwa musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Menaklukkan sisi negatif yang ada di diri kita berarti kita memiliki kekuatan untuk mengontrol diri dan memiliki potensi untuk mampu memimpin diri sendiri.

Bruce banner harus menguasai emosinya hanya agar monster hijau yang ada dalam tubuhnya tidak mengambil alih dan mendominasinya.



1.3 Bruce Banner ( Hulk )

Kompetisi dengan orang lain tidak lebih penting dari memiliki kemampuan untuk menguasai diri sendiri dalam mencapai tujuan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya .

  
Artikel dibuat oleh Langit Wira
Editor: Andreas Lucio Ivanno