scape

PARKOUR COACHING CLINIC 2014
AGAINST OSTEOPOROSIS



Hallo Friends,

Parkour saat ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dan perkembangan parkour di Indonesia semakin luas sekali.

Di Surabaya, sekarang ini banyak masyarakat dari kalangan muda hingga tua yang tertarik dengan parkour.
Apa yang kita latih di dalam Parkour ?

- Melatih tubuh dan mental
- Melatih kedisiplinan
- Mengembangkan potensi tubuh
- Beradaptasi di lingkungan sekitar kita
- dan masih banyak lagi

Yang jelas kita dilatih supaya kuat, tidak hanya kuat tetapi bisa berguna bagi diri sendiri dan berguna buat orang lain.
Tahun ini, banyak masyarakat dan bahkan praktisi parkour yang ingin acara Parkour Coaching Clinic atau disingkat PCC bisa diadakan lagi.
Karena tahun 2013 kemarin Parkour Surabaya sudah pernah mengadakan event PCC yang didukung oleh DISPORA KOTA SURABAYA.
Banyak tanggapan-tanggapan positif dari acara PCC kemarin tahun 2013.


Kali ini acara PARKOUR COACHING CLINIC 2014 kembali lagi diadakan di Kota Surabaya yang bertemakan "Against Osteoporosis".
Acara ini didukung oleh DISPORA KOTA SURABAYA dan MALL BG JUNCTION SURABAYA.
Tidak ketinggalan lagi oleh sponsor-sponsor ternama seperti GREEP dan Malingkondank Clothing.

Media Partner:
Life Radio Surabaya 97.1 FM
Jeje Radio Surabaya 105.1 FM

Mengapa Anda harus ikut Parkour Coaching Clinic 2014 ?

- Ini adalah pertama kalinya di Indonesia, Event Parkour terbesar yang biaya pendaftarannya GRATIS

- Anda akan mendapatkan pengalaman seputar parkour dari 5 praktisi Parkour yang terus aktif    mengembangkan ilmu parkournya hingga sekarang kepada Anda

- Anda akan memiliki kesempatan bertemu dan saling sharing dengan praktisi parkour Surabaya dan luar Surabaya

- Anda akan mendapatkan sertifikat dari DISPORA KOTA SURABAYA

- Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan doorprize total senilai jutaan rupiah, akan ada banyak doorprize yang meliputi kaos parkour, celana training parkour, sepatu kalenji, sepatu kodachi dan masih banyak lagi.


Sampai saat ini sudah ada 130 PESERTA yang mendaftar.

Pendaftaran dibuka untuk UMUM dan TERBATAS
Anda bisa segera mendaftarkan diri Anda sekarang juga agar Anda dapat menghindari kekecewaan karena pendaftaran DITUTUP sebelum waktunya (seperti biasanya terjadi dalam event PCC tahun lalu).
tetapi mohon maaf karena PENDAFTARAN DITUTUP. kalian bisa tetap ikutan dan mengisi formulir pendaftaran, tetapi kosekuensinya kalian tidak dapat sertifikat,merchandise dll

Berikut adalah detailnya.

PARKOUR COACHING CLINIC 2014
Tanggal : 18 - 19 OKTOBER 2014 ( Sabtu-Minggu )

Tempat :  
Sabtu 18 Oktober, Gelanggang Remaja ( Samping Gelora 10 Nopember )
Waktu 17:00 - 22:00 ( Registrasi dimulai pukul 16:00 )

Minggu 19 Oktober, Mall BG JUNCTION Surabaya ( Lantai L2 Rainbow )
Waktu 13:00 - 21:00

Coach :

  1. Andreas Lucio Ivanno ( Parkour Surabaya )
  2. Langit Wira ( Parkour Surabaya )
  3. Agus Purwanto ( Parkour Malang )
  4. Hamy Pratama ( Parkour Sidoarjo )
  5. Randy Dahlan ( Parkour Bandung ) 
Acara ini GRATIS ( DIBUKA UNTUK UMUM) dan disediakan tempat penginapan selama 3 Hari 2 Malam bagi kalian yang datang dari luar kota. penginapannya TERBATAS untuk pendaftar tercepat, jadi segera daftarkan diri Anda :)

Info penginapan
Check in hari sabtu Tgl 18 Oktober, 15:00 WIB.
Check out hari senin Tgl 20 Oktober, 10:00 WIB.
NB: Kamar penginapan sudah full dan bagi teman-teman luar kota Surabaya yang masih ingin ikutan acara ini dan ingin bermalam juga di gelora 10 nopember silahkan.. ( akan disediakan alas tidur oleh panitia ) karena kamar sudah FULL.

Cara mendaftar:
Silahkan mengisi formulir pendaftaran KLIK DISINI
Atau mendaftar langsung di DISPORA KOTA SURABAYA bidang olahraga rekreasi
( Jl.Jimerto 25-27 Lt.3 )

Untuk sponsorhip bisa email ke surabayaparkour@gmail.com

Terima kasih.
Sampai ketemu tanggal 18 - 19 Oktober ( Sabtu - Minggu ) !

Posted on Monday, October 06, 2014 by Parkour Surabaya

1 comment

scape

Parkour Surabaya on "Soerabaja Martial Arts Festival"

Soerabaja Martial Arts Festival diadakan pada tanggal 19-21 September di Mall BG JUNCTION L2 Surabaya.
Parkour Surabaya akan membuka Stand untuk kalian yang mau berkonsultasi, membeli merchandise atau lainnya.
Parkour Surabaya akan performance dan juga mengadakan pelatihan di dalam Mall.


 
Stand 
Dibuka selama acara, Pukul 10:00 WIB - 22:00 WIB

Performance 
19 September, Pukul 15:00 WIB
20 September, Pukul 19:00 WIB

On The Spot Jamming 
19 September, Pukul 19:00 WIB

Akan ada banyak komunitas beladiri lainnya yang akan meramaikan "Soerabaja Martial Arts Festival".
Acara ini Disupport oleh Dispora Kota Surabaya, Formi, Merah Putih Production dan Tabloin Spora.

Datang dan ramaikan ya ! GRATIS !

Facebook :ScAPE Parkour Surabaya  
Twitter :Parkour Surabaya  
Youtube Channel :Scp Video Project  

Email : surabayaparkour@gmail.com
Situs resmi Parkour Surabaya: www.parkoursurabaya.com 


Posted on Tuesday, September 16, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape

Sebelum menulis, saya telah menyempatkan diri selama lima detik untuk tertawa kecil, karena topik yang saya angkat kali ini adalah tentang seputar pertanyaan yang seringkali menjadi sumber galau praktisi parkour manapun yang telah mengenyam bangku jomblo alias bersatus in relationship.
Pernah saya membaca status teman parkour yang berbunyi "Pilih mana, parkour atau pacarmu?". Status tersebut telah sukses membuat scrolling yang saya lakukan terhenti di situ.. Kekepoan saya belum terhenti karena status yang menggelitik itu ternyata menuai banyak komentar di dalamnya. Katakan ada dua kubu komentator, yaitu parkour dan non parkour. Variasi komentar bermacam - macam  dimana beberapanya sesuai prediksi saya. "Pilih parkour brooh, cewe masih banyak", "Parkour aja dulu mas mumpung masih muda", "Cewenya diajak latian  mas, enak dua - duanya dapet", semua tersebut komentar dari kubu parkour. Dari non parkour, "Tak dukung parkournya mas, jadi kalo pedekate sama cewe dikasih jurus loncat - loncatnya, pasti ga nolak mereka", "cewe dong, kan buat masa depan" dan beberapa komentar lucu lainnya yang terlalu banyak kalau saya sampaikan semuanya di sini.


Tidak cuma sekali tapi pertanyaan ini muncul sebagai status serupa yang ditanyakan oleh beberapa praktisi parkour yang berbeda lagi. Status pertama saya baca dengan senyum dan tertawa kecil, status kedua saya menyikapinya dengan sedikit miris dan empati pada mereka karena saya berpikir tidak semestinya parkour malah menjadikan dan memunculkan masalah di hidupnya. Status ketiga dan berikutnya yang serupa sudah pasti buat saya muak.

Pertanyaan - pertanyaan tersebut, saya melihatnya bahwa hal itu adalah sebagai bentuk fase hidup yang sedang dialami oleh praktisi yang bersangkutan. Fase dimana individu dihadapkan pada kenyataan - kenyataan yangmeminta keputusan dari individu yang terkait. Fase yang menuntut individunya untuk mampu menerima dan beradaptasi terhadap perubahan. Lebih mudahnya, saya akan jelaskan lebih terperinci tentang apa yang saya maksud tentang fase hidup ini.

Manusia mempunyai banyak fase di hidupnya. Masih ingat masa diimana kita tidak pernah memikirkan urusan - urusan asmara? Bisa dikatakan itu adalah masa sebelum pubertas. Yang ada di pikiran kita pada saat itu adalah bermain dan belajar. Lalu sedikit majukan ingatan kita ke masa remaja atau masa pubertas. Itu adalah masa dimana kita mulai mengalami perubahan di sana - sini tentang pola pikir. Kita mulai tertarik terhadap lawan jenis dan perlahan melupakan bermain. Kita masih bermain pada masa ini tapi kedewasaan mendominasi pola pikir kita dan memodifikasi jenis bermain yang dilakukan.

Sekarang kenali diri kita sedang di masa yang manakah ketika kita mengenal parkour? Taruhlah saya sebagai contoh dimana saya adalah remaja belasan tahun yang sedang berada di masa transisi menuju pubertas dan ini adalah masa - masa dimana saya mengenal parkour.
Sebelum saya melanjutkan ceritanya, saya ingin mengingatkan anda yang pernah membaca tulisan saya yang lain yang berjudul Aturan Parkour dan mengajak anda yang belum membacanya untuk memahami tulisan saya disitu dimana saya menyinggung tentang parkour memiliki kemampuan alami untuk mengeliminasi praktisinya yang tidak berkompeten atau  tidak memahami baik apa itu parkour.
Lantas apa yang saya maksudkan disini? Apa yang saya coba korelasikan antara penggalan cerita saya dengan praktisi parkour yang tersingkir oleh alam? Maka dari itu penggalan cerita di atas saya sambung kembali bahwa saya sebagai praktisi parkour yang telah mengenal parkour di usia belasan ini secara psikologi, saya memandang segala sesuatu yang menarik saya adalah sebuah permainan, termasuk juga parkour. Setelah saya mengingatkan kembali di atas bahwa parkour bisa menyingkirkan  praktisi yang tidak memahaminya, saya yang notabene praktisi parkour remaja ABG, saya berpotensi besar sekali untuk hengkang dari dunia per parkour an lebih cepat, karena apa yang terjadi ketika parkour saya pandang cuma sebagai sekedar sebuah permainan? Bisa jadi parkour adalah hobi musiman buat saya untuk mengisi waktu luang saja, bisa jadi saya mengalami kecelakaan yang tidak seharusnya terjadi.
Sebuah quote mengatakan "Parkour is discipline, it's not a game", yang artinya parkour adalah disiplin, bukan permainan. Quote lain mengatakan, "Parkour is free for all" yang berarti parkour bebas untuk siapa saja. Lalu apakah ABG seperti saya tidak pantas atau belum boleh untuk belajar parkour hanya karena saya memandang parkour sebagai permainan?
Tidak, sampai kapanpun parkour tetap free for all, semua orang berhak untuk belajar parkour. Yang dibutuhkan untuk kasus ABG saya adalah seorang pembimbing yang mau dengan senang hati menuntun dan membimbing saya dalam belajar parkour sehingga saya bisa tetap berada di parkour sampai kedewasaan berpikir bisa saya dapatkan untuk memahami parkour lebih baik lagi.

Saat kedewasaan belum menghampiri, dan parkour adalah permainan yang membuat saya kecanduan, seluruh hari - hari saya penuh dengan parkour. Parkour, parkour dan parkour..dan wanita. Ya akhirnya saya menyukai wanita dan memacarinya. Ini adalah masa - masa dimana saya update status tentang pacar saya yang sebelumnya banyak status ter-update bertema parkour. Sebulan terlewati dengan baik - baik saja, pacar saya bilang di awal kalau parkour itu keren dan dia terlihat bangga bahwa saya adalah praktisi parkour. Kira - kira kalau saya update status di facebook lagi, mungkin terbaca seperti ini, "Akuwh chayaaaaank banGeDt ama Amuwh, bSok temeninD latian lg yawH?". Sebulan itu adalah sebulan dimana saya berprediksi bahwa hubungan kita akan baik - baik saja.
Masuk ke bulan berikutnya, semua berputar 180 derajat. Saya merasa tidak lagi mengenal baik pacar saya. Saya mulai tidak memahami wanita. Padahal saya tidak pernah selingkuh tapi pacar saya terlihat cemburu. Hasil akhir yang saya dapatkan dari pertengakaran sengit itu adalah pacar saya cemburu pada parkour. Dari situ muncullah status yang saya ketik pertama kali di atas, yaitu "Pilih mana, parkour atau pacarmu?"

Untuk remaja ABG, status facebook seperti itu adalah wajar. Sangat tidak wajar kalau status itu update dari akun  seseorang yang harusnya secara usia dinilai telah dewasa dan matang dalam berpikir. Tetapi jika hal ini adalah fakta dan nyata terjadi pada mereka yang telah dewasa kemudian galau memilih antara parkour atau pacar, maka satu - satunya hal yang bermasalah adalah dirinya, bukan parkour, bukan pula pacarnya. Orang - orang seperti ini adalah calon praktisi parkour yang akan tereliminasi dari parkour karena dia tidak bisa menempatkan posisi parkour di hidupnya. Meskipun itu dia memilih parkour daripada pacarnya, keputusan itu tidak merubah keadaan bahwa dia adalah calon praktisi yang tereliminasi. Sekali dia salah menempatkan parkour dalam hidupnya, parkour tetap akan ada di hidupnya sebagai sebuah masalah.. Tanpa adanya pembenahan persepsi, pemahaman dan cara pandang kita terhadap parkour, pacar adalah masalah simpel yang bisa terlewati hanya dengan ambil keputusan untuk memilih parkour dan tinggalkan atau putuskan si pacar. Namun berubah jadi masalah besar saat kita maju ke jenjang pernikahan. Masihkah kita masih curhat di status facebook? "pilih mana, parkour atau istrimu?". Jika ya, maka saya adalah orang pertama yang paling tertawa lebar disini.

Mari kita kembali menilik apa itu parkour, untuk ini saya mengajak anda untuk membaca tulisan saya yang lain berjudul Kecelakaan dan Parkour dimana saya menyinggung tentang fungsionalitas dari kegunaan pisau buah. Sesuatu apapun diciptakan dengan tujuan yang sebenarnya. Contoh, gunting diciptakan untuk memotong, penggaris sebagai alat bantu untuk membuat garis bantu, palu atau martil untuk memukul. Sekarang gunakan benda - benda tersebut untuk tujuan yang bukan tujuan  sebenannya dari benda tersebut diciptakan. Contoh, gunakan gunting untuk membuat garis lurus, penggaris untuk memukul, dan palu untuk menggunting. Bisakah benda atau alat - itu digunakan untuk tujuan yang lain? Kira - kira apa yang terjadi? Saya menjawabnya, sangat memungkinkan benda - benda tersebut berhasil melakukan pekerjaan lainnya tapi bisa saja terjadi malfungsi disana. Palu biasa digunakan untuk memukul benda keras seperti paku. Penggaris bisa saja dipukulkan ke paku tapi malfungsi ini akan memberi dampak lain bagi penggaris, bisa jadi penggaris ini rusak lebih cepat daripada penggaris lain yang digunakan dengan tepat dan sesuai fungsinya.

Lalu apakah parkour itu? Dari analaogi di atas, akankah kita masih tidak peduli apa itu parkour dan terus melanjutkan berlatih parkour dengan salah? Masihkah kita letakkan parkour di hidup kita di posisi yang salah? Masihkah kita merubah fungsi parkour dan merasa benar?
Tahukah kita, sadarkah kita apa yang kerap kita lakukan di parkour?ya, yang saya maksudkan adalah kita selalu berlari, loncat, vaulting terhadap obstacle. Kita kerap kali selalu belajar untuk menghadapi obstacle dan obstacle ini memiliki arti yaitu rintangan yang berarti juga sebagai masalah. Maka ketika berbicara tentang parkour, jangan melihatnya dari sudut pandang yabg sempit yaitu sebagai olah tubuh yang loncat sana kemari tanpa tujuan jelas.
Sekali lagi parkour mempunyai visi yang sama terhadap visi kita di kehidupan. Di parkour kita belajar melewati obstacle, di hidup kita belajar mengatasi masalah.
Saya cukup membuka satu kesadaran bentuk tentang parkour di atas untuk menjawab bagaimana seharusnya kita melihat parkour agar tidak membuatnya ada di dunia malah sebagai masalah. Yaitu kesadaran bahwa parkour harusnya kita pandang sebagai media, metode atau cara kita untuk mengatasi masalah (obstacle). David Belle mengatakan parkour ini sebagai way of life. Bagaimana bisa Sebuah cara untuk menyelesaikan masalah ini berakhir sebagai masalah itu sendiri? Maka saya jawab bisa, hal ini terjadi karena adanya malfungsi di parkour. Kenapa bisa malfungsi? Karena kita salah persepsi tentang parkour. Dengan kata lain, kita salah menganggap bahwa sebuah palu itu memiliki fungsi untuk memotong.

Malfungsi parkour dalam konteks "parkour atau pacar" adalah kita memandang parkour sebagai sekumpulan nama - nama gerakan dan trik - trik yang kita tekuni tiap hari dimana tujuan dari kesemuanya itu adalah kita menjadi seorang movement bender atau penguasa gerakan. Karena itu yang kita lihat dan pahami tentang seperti apa itu parkour, maka kita akan menghabiskan hari - hari dengan parkour, parkour dan parkour. Secara tidak sadar kita akan terbius bahwa hidup kita mulai tidak seimbang.
Bagi mereka yang ABG, menjadi keren adalah prioritas yang paling tinggi di masanya. Lebih tinggi dari urusan - urusan lainnya seperti sekolah, dan keluarga misalnya. Dan parkour menyuguhkan solusi yang sempurna untuk kebutuhan primernya yaitu keren. Kemudian muncul sisi atau urusan lain selain keluarga dan sekolah dan urusan ini adalah urusan yang sama pentingnya dengan menjadi keren yaitu wanita atau pacar atau asmara atau cinta karena kedudukan keduanya saling terkait, menjadi keren untuk mencari pacar dan berpacaran untuk menjadi keren.
Dan muncul masalah ketika parkour yang notabene dianggap sebagai aktifitas yang menyita waktu ini (karena selain keren ternyata parkour juga aktifitas yang adiktif) bertemu dengan urusan cinta.

Dari sekian bentuk dan wajah parkour yang ada di dunia ini, parkour yang sebenarnya tetap ada dan bekerja karena proses alami yang akan menyingkirkan mereka yang lemah dan menyisakan yang benar dan kuat.

Artikel dibuat oleh Langit Wira
Editor: Andreas Lucio Ivanno

Posted on Wednesday, August 20, 2014 by Parkour Surabaya

1 comment

scape


ScAPE Parkour "Etre Et Durer"


Form follow function, istilah populer yg berarti bentuk menyesuaikan fungsi, ini juga berlaku pada perspektif kita terhadap parkour. Ketika parkour adalah sebuah gunting, akan terjadi malfungsi jika kita gunakan untuk memukul sesuatu. Maka memahami sesuatu atau parkour sekalipun sangat kita butuhkan sebelum kita mengeksekusinya tanpa mengerti terlebih dahulu. 
Tanpanya, parkour akan memberikan dampak buruk bagi diri sendiri dan sekitar akibat penyalahgunaannya. Memahami bentuk dan memfungsikannya dengan benar adalah cara terbijak untuk menjadi dan bertahan di parkour (Etre Et Durer)


Keterangan
● Pre order dibuka tanggal 1 Agustus 2014 - 15 Agustus 2014
● Produksi dimulai tanggal 16 Agustus 2014 - Selesai
● Harga Rp.85.000 / Kaos ( Tidak termasuk ongkos kirim )


Ukuran Kaos
S: P 67 x L 46
M: P 69 x L48
L: P 71 x L 50
XL: P 73 x L 52

Cara Pemesanan
► SMS / WhatsApp ke 085731722794 dengan FORMAT: Nama Lengkap / Alamat Lengkap / Jumlah Kaos / Ukuran Kaos
► Tunggu konfirmasi balasan untuk mengetahui total keseluruhan beserta ongkos kirim
► Setelah mendapatkan konfirmasi balasan, segera melakukan pembayaran
     melalui transfer ke rekening BCA 4720228748 a/n Andreas Lucio Ivanno
► SMS / WhatsApp ke 085731722794 untuk mengkonfirmasi pembayaran dengan FORMAT: Nama Lengkap [ spasi ] Jumlah Transfer

Posted on Friday, August 01, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape

Jadwal latihan Parkour Surabaya di Bulan Ramadhan




Rabu
Type : Strength and Conditioning
Waktu : 16:00 s/d selesai
Tempat : Skate and Bmx Park Surabaya ( Belakang Plaza Surabaya )
 
Sabtu
Type : First Timer Class, Class for beginner, Basic Class
Waktu : 16.00 s/d selesai
Tempat : Skate and Bmx Park Surabaya ( Belakang Plaza Surabaya )


Kelas akan dibuka kembali tanggal 5 Juli 2014


  *Tempat latihan bisa berubah sewaktu-waktu, jika ada perubahan biasanya akan kami beri tahukan melalui pengumuman.

*Gunakan pakaian yang nyaman untuk berolahraga, seperti kaos, celana training dan sepatu olahraga

 *Bawalah makanan/minuman sendiri

*Wajib mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan

*Diharapkan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum datang ke tempat latihan, disarankan minimal satu jam sebelum kegiatan latihan.
 


*Tidak ada batasan umur ataupun berat badan untuk latihan Parkour.

*Bawa bekal sendiri untuk berbuka puasa

*Teman-teman yang baru bergabung diharapkan untuk datang di hari Sabtu ( Khusus Bulan Ramadhan )


INFORMASI PENDAFTARAN: KLIK DISINI

Posted on Friday, June 27, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape


Bagi para orang tua yang bingung memilih kemana akan membawa putra-putrinya belajar dan bermain untuk mengisi akhir pekan. Kami akan ada di Ciputra World untuk mengadakan Parkour Performance and Coaching Clinic for Kids.

Mengapa Parkour ?
  • Parkour sangatlah menyenangkan.
  • Karena Parkour mengajarkan menghargai diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
  • Untuk mengembangkan potensi diri anak baik mental dan fisiknya.
  • Mampu mengenali kemampuan dan batasan dirinya.
  • Membangun kemandirian, kepercayaan diri dan kesabaran.
  • Membuat semangat lebih tinggi.
  • Mampu melihat suatu permasalahan sebagai kesempatan dan peluang untuk berkembang.

Dan masih banyak nilai-nilai Parkour yang membuat hidup lebih baik lagi.
Silahkan datang untuk mengetahui parkour lebih dalam lagi.

Jadwal Acara "Parkour Performance and Coaching Clinic"
Tanggal: 22 dan 29 Juni 2014
Pukul: 17:00 WIB - Selesai

Untuk mengikut sertakan anak-anak anda cukup dengan kenakan anak anda pakaian yang nyaman untuk bergerak atau bermain dan datang ke lokasi yang telah tertera.

Membiarkan anak-anak bermain di dalam rumah, pasif dengan tayangan televisi dan gadget buka solusi terbaik untuk anak Anda, namun dengan mengenali bagaimana tubuh mereka bekerja dan berinteraksi dengan alamlah kemampuan motorik mereka dapat berkembang dan terlatih.
Demi yang terbaik untuk buah hati kita, jangan lupa luangkan waktu untuk mengantar putra-putri kita di acara ini. 

"The martial part is confronting obstacles. In martial arts, you have to fight, to hurt someone to know that you are strong. But in Parkour, it's the confrontation between you and the environment. It's you versus yourself." (David Belle)

Posted on Tuesday, June 17, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape

Selamat Datang di ScAPE Parkour Surabaya

Sebelum bergabung kalian dipastikan sudah membaca dan sudah paham tentang informasi-informasi ScAPE Parkour Surabaya.




Syarat dan Cara Mendaftar

  1. DIWAJIBKAN untuk mengisi formulir pendaftaran
  2. Setelah mengisi formulir pendaftaran diwajibkan untuk mengikuti Class hari minggu terlebih dahulu dan siapkan uang pendaftaran sebesar Rp.10.000
  3. Selamat Anda sudah terdaftar di ScAPE Parkour Surabaya, untuk latihan berikutnya akan dikenakan iuran sebesar Rp.5000/Latihan
 Silahkan mengisi Formulir Pendaftaran DISINI

Posted on Monday, June 09, 2014 by Parkour Surabaya

12 comments

scape

Parkour Surabaya di progam acara Mata Lensa Antv bersama Jerry Aurum.
Taping Date: 20-21 July 2013
Tayang: 10 August 2013
Location: Studio Adventure Surabaya - Jembatan MERR Surabaya - ITC Mall Surabaya


1.1 Parkour Surabaya bersama Jerry Aurum

1.2 Dwi Marluddiyanto dan Langit Wira ( Human Flag )



Informasi kerja sama dengan Parkour Surabaya  : Layanan

Posted on Friday, June 06, 2014 by Parkour Surabaya

1 comment

scape

Spheres Trinity adalah sebuah film toku asli Indonesia yang dipersembahkan oleh Origin  Picture.


Sinopsis Film
Pada sebuah dunia diantara cahaya dan kegelapan terdapat Spheres , Spheres dapat memberikan kekuatan pada mahluk hidup, kekuatan untuk kebaikan kekuatan untuk kejahatan.
Selama berabad-abad lamanya selalu ada peperangan antara cahaya dan kegelapan , pertempuran mereka sangat dahsyat dan tiada akhir , hingga suatu saat … tiada lagi cahaya , tiada lagi kegelapan , hanya kehampaan.
Akan tetapi, masih ada beberapa pecahan meteor sepenggal kenangan yang terlontar dari dunia berteknologi tinggi yang terlupakan tersebut , menempuh perjalan jauh dan terdampar pada sebuah dunia yang masih murni , dunia yang masih berjuang untuk dapat bertahan hidup … Dunia kita.
Sphere mempunyai kekuatan , kekuatan untuk kebaikan, kekuatan untuk kejahatan , kekuatan yang dapat mengubah dunia , namun pada setiap sinar yang bercahaya akan selalu ada bayang-bayang kegelapan dan bahkan ksatria terbaik sekalipun dapat terjatuh kedalam lembah kegelapan , hanya mereka yang berhati tabah dan berkemauan kuat yang dapat bertahan , hanya mereka yang memiliki kejujuran , keberanian dan cinta kasih.

Spesial Trailer 


Parkour Surabaya di Episode 3



Jika video tidak muncul di mobile version silahkan klik Spesial TrailerSpheres episode 3
Origin's Channel : Origin Picture
Informasi kerja sama dengan Parkour Surabaya  : Layanan

Posted on Saturday, May 24, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape

Apa yang terjadi bila seorang pemain bola menendang kepala lawan dalam pertandingan sepakbola? Apa yang terjadi jika tendangan dilakukan oleh seorang petinju pada pertandingan tinju? Apa yang terjadi bila seseorang berlari ke garis finish tanpa mengenakan karung pada lomba balap karung? 
Jawaban tepat untuk tiga ilustrasi di atas adalah melanggar aturan. 

Cabang olahraga apapun, semua mempunyai tujuan. Salah satu contoh adalah basket yang mana tujuan permainan ini adalah memasukkan bola ke dalam ring lawan. Namun dalam mencapai tujuan tersebut, masih dibutuhkan aturan-aturan yang diberlakukan untuk menjaga sportifitas dalam permainannya. 

Untuk memasukkan ke dalam ring, pemain basket tidak diperbolehkan dengan hanya sekedar membawa bola dan memasukkannya, melainkan mereka harus memantulkannya ke lantai (driblling) dalam bergerak dan membawa bola untuk tujuannya memasukkan bola dalam ring lawan. Permainan basket tanpa driblle akan mustahil untuk disebut basket.


 1.1 Dwi Marluddiyanto dan Langit Wira di car free day raya darmo ( Photo by Antarafoto.com )

Di parkour, aturan apa yang berlaku? Banyak dari kita yang masih terjebak di pemikiran bahwa tujuan parkour adalah untuk menguasai 1001 gerakan "wah" yang banyak dan sering dipersembahkan oleh youtube ketika kita sedang menonton video parkour. 

Banyak pula media yang menggiring pemahaman kita terhadap parkour bahwa salto / flip adalah bagian dari gerakan parkour, bahkan flip ini menjadi gerakan wajib yang harus kita mampu lakukan di parkour. 
Jika itu di atas masih menjadi anggapan kita terhadap parkour, sangat dimungkinkan muncul aturan-aturan dalam parkour. Dengan begitu parkour akan dipahami menjadi seperti berikut,
parkour adalah olahraga yang bertujuan untuk menguasai banyak gerakan hebat dengan aturan praktisi harus wajib bisa melakukan flip.

Berbicara tentang parkour disamping sepakbola, tinju dan basket seakan kita berbicara tentang kesamaan diantara kesemuanya dan itu adalah olahraga. Namun diantara ketiganya, parkour adalah olahraga yang tidak dipertandingkan. Karena hal itulah yang menjadi salah satu alasan bahwa parkour tidak memiliki aturan yang harus disepakati bersama. "No rule - No competition", dua kata tersebut banyak dan sering disuarakan oleh para OT (Orginal Traceur) atau pendahulu - pendahulu parkour. 

Dua kata yang dinilai cukup lantang untuk menjaga kelestarian nilai - nilai positif yang ada di parkour, nilai yang jauh lebih berharga dibanding apa yang didapat dari hasil ketika kita mengkompetisikan parkour. Nilai - nilai kehidupan seperti semangat untuk mengembangkan diri lebih positif karena inisiatif diri yang kuat, jiwa menolong dan saling membantu (altruisme), kesuksesan yang didapat karena usaha dan proses yang tidak instan dan banyak nilai yang lain akan hilang jika kompetisi mewarnai dunia parkour.

Meskipun No rule - No competition adalah pesan yang terus disuarakan hingga kini, parkour is a rule and a competition though atau parkour sebenernya memiliki sebuah aturan dan merupakan sebuah kompetisi. Parkour merupakan sebuah disiplin yang memiliki aturan jelas dan tegas. Aturan yang diciptakan tanpa campur tangan manusia, aturan yang terbentuk tanpa perlu kesepakatan bersama antar praktisi, aturan yang diciptakan Tuhan untuk alam, aturan tegas tanpa cacat dan sempurna yang bisa mengatur jalannya permainan di parkour. Kita bisa menyebut aturan ini sebagai hukum alam. Hukum yang diciptakan sejak alam diciptakan dan parkour bekerja di bawah prinsip, aturan dan hukum alam.


1.2 Jamming Regional Parkour Jawa Timur 2011 Surabaya

Sebutkan apa yang tidak bahwa aturan yang berlaku di parkour adalah bukan hukum alam? Kita bukan Superman yang memiliki pilihan jatuh ke tanah tanpa hancur atau terbang ketika kita terjatuh dari ketinggian tapi kita adalah buah apel yang jatuh dari pohonnya. Kita masih berada di dunia dimana ilmu fisika masih diperhitungkan. Kesadaran atas aturan alam ini yang membuat parkour seharusnya bukan terkategori sebagai olahraga ekstrim dimana nyawa kita pertaruhkan karena kita meletakkan diri kita dalam bahaya. Sebaliknya, aturan alam ini yang harusnya membuat parkour diletakkan sebagai media bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk bahaya. Sebagai contoh, gerakan roll adalah solusi dalam parkour untuk mengadaptasi alam dimana gravitasi selalu konsisten menarik kita ke bawah namun memposisikan tubuh bulat saat melakukan roll dapat memanipulasi impact yang dihasilkan.

Lepas dari hukum gravitasi, berikut ini juga merupakan aturan dan hukum alam yang juga berlaku dalam parkour. Bagaikan audisi - audisi pencarian bakat yang ada di stasiun televisi, parkour dengan hukum alamnya juga senantiasa menseleksi praktisi - praktisinya. Semacam hukum rimba, parkour akan menyingkirkan mereka yang lemah. Di antara sekian kategori kaum lemah yang ada di parkour, mereka yang lemah akan pengetahuan dan pemahaman parkour adalah yang paling rentan diantara lainnya.

Saya membagi menjadi 3 level tentang bagaimana parkour membuang mereka yang lemah akan pemahaman dan pengetahuan parkournya :

1. Easy 

Level ini adalah level terhalus tentang bagaimana
parkour mengusir mereka. Saya ilustrasikan seperti praktisi yang tertarik dengan parkour karena video - video parkour yang dinilai mereka keren sehingga mereka mencoba untuk bergabung dengan komunitas parkour yang ada di kotanya. Lalu mereka kecewa karena ternyata untuk belajar parkour butuh waktu lama dan butuh latihan fisik yang berat. Karena itu tidak sesuai dengan apa yang mereka kira, sampai disitu mereka berhenti di parkour.

2. Medium 

Sesuai namanya, level ini adalah level sedang yaitu tentang bagaimana parkour dengan hukum alamnya mengeliminasi praktisi yang tidak berkompeten di parkour. Diilustrasikan sebagai berikut; Seorang yang kurang memahami parkour sedang berlatih vaulting. Berbekal pengalaman visual dari youtube dan ingatan seadanya mengenai king kong vault yang dilihatnya, seseorang ini mempraktikannya tanpa tahu bagaimana mempelajarinya secara mudah dan aman untuk dipraktikannya. Yang dilakukannya adalah gerakan spontan dengan sekejap mengkoordinasikan antara otak yang sedang mengingat bentuk kingkong vault tersebut dengan tubuh untuk diinstruksikan serupa dengan apa yang ada di otaknya. Namun malang nasib seseorang ini karena patah tulang membuatnya harus berhenti sejenak dari parkour dan ternyata berhenti sejenak ini berarti selamanya karena pemahaman kurangnya atas parkour membuat insiden ini memberikan trauma dan janji untuk berhenti parkour.

3. Hard 

Tanpa banyak basa basi dan penjelasan ilustrasi, hard ini adalah level dimana parkour dengan hukum alamnya menghilangkan praktisi parkour yang tidak memahami parkour dengan cara menghentikan parkournya tanpa kesempatan kedua kali. Kata lainnya adalah tewas. Belum lagi ternyata disitu ada orang awam yang melihat kejadian tersebut dan menyimpulkan bahwa orang itu tewas karena parkour dimana anda yang memahami situasi ini melihat bahwa kesalahan adalah pada pelaku yang bersangkutan (human error) karena tidak memahami bagaimana parkour bekerja dan bagaimana menyikapinya.

Dan parkourpun sebuah kompetisi. Kompetisi yang benar - benar sehat dan adil karena dengan siapa kita berkompetisi di parkourlah yang menjadikannya itu adil. Di parkour kita akan berkompetisi dengan diri kita sendiri. Pernah dikatakan bahwa musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Menaklukkan sisi negatif yang ada di diri kita berarti kita memiliki kekuatan untuk mengontrol diri dan memiliki potensi untuk mampu memimpin diri sendiri.

Bruce banner harus menguasai emosinya hanya agar monster hijau yang ada dalam tubuhnya tidak mengambil alih dan mendominasinya.



1.3 Bruce Banner ( Hulk )

Kompetisi dengan orang lain tidak lebih penting dari memiliki kemampuan untuk menguasai diri sendiri dalam mencapai tujuan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya .

  
Artikel dibuat oleh Langit Wira
Editor: Andreas Lucio Ivanno 

Posted on Friday, May 23, 2014 by Andreas Lucio Ivanno

1 comment

scape


Parkour adalah metode latihan untuk melewati segala macam rintangan dengan menggunakan kemampuan natural manusia. 
Secara harfiah Parkour berasal dari bahasa Perancis yang  mempunyai arti “lari melewati/lari halang rintang” (Par Cours) yang dalam aplikasinya bisa dideskripsikan sebagai bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B seefisien dan secepat mungkin dengan menggunakan kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri. Sebenarnya prinsip Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata “Parkour” , namun aktifitas Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. 

  1.1 David Belle

Pengajaran Parkour menitik beratkan pada kemampuan suatu individu untuk mengenali kemampuan dirinya dan mengenali serta menghormati lingkungan sekitarnya. 
Adaptasi total adalah tujuan pembelajaran parkour. Secara pedagogikal, inti pembelajaran parkour ditujukan untuk melatih tiga aspek dalam diri manusia, yaitu physique (Aspek kemampuan fisik: kemampuan lari, lompat, memanjat, dan lain-lain), virile (Aspek kebugaran: ketahanan, kegesitan, kecepatan, kekuatan, dan daya ledak), dan morale (Aspek moral: semangat, keberanian, ketenangan, keuletan, kedisiplinan, dan keinginan untuk membantu sesama).

1.2 Instruktur Langit Wira memimpin pemanasan ( Warming Up )

Secara definisi, Parkour merupakan suatu bentuk metode adaptasi diri terhadap lingkungan sekitar agar kita bisa bergerak dengan aman dan nyaman dimana dalam prosesnya, praktisi bisa menemukan gerakan alaminya yang efektif dan efisien yang diperoleh dari hasil proses adaptasi yang bertahap. 

Definisi parkour sebagai metode adaptasi diri terhadap lingkungan sekirar ini mengajarkan praktisinya untuk jauh lebih bisa mengenal dirinya sendiri baik mental maupun fisik sebelum dia mengenal lingkungan sekitarnya. 
Definisi parkour ini juga mengajarkan praktisinya untuk bisa menempatkan diri dimanapun dia berada. Selain itu praktisi dituntut untuk bisa nyaman di lingkungan yang tidak nyaman sekalipun. Hal ini membentuk mental praktisinya untuk lebih kuat dalam menghadapi rintangan dan cobaan hidup. Banyaknya nilai – nilai positif dari sepenggal definisi parkour tentang adaptasi tersebut yang sebenarnya kita butuhkan dalam keidupan sehari-hari.  



 1.3 Parkour Surabaya di Rooftop ITC Surabaya

Posted on Tuesday, May 20, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

Sejarah ScAPE Parkour Surabaya

Tahun 2007 menjadi tahun-tahun paling awam bagi masyarakat Indonesia khususnya Surabaya. Hanya beberapa, satu-dua saja, tidak banyak kata parkour terdengar, terbaca bahkan terlihat kegiatan parkour di tengah masyarakat pada saat itu. Namun sebuah film asal Perancis berjudul Yamakasi merupakan sebuah film aksi yang bisa dibilang film parkour pertama di Indonesia dan tanpa satupun kata parkour terlontar di dalamnya. Gabriel Mayo, seorang pemuda, drummer dan sekaligus mahasiswa UBAYA pada masa itu sedang penasaran tentang film Yamakasi yang baru saja ditontonnya. Rasa keingintahuannya yang besar membuat Mayo berselancar via internet dan menemukan sebuah kata yang menjadikannya kata kunci sekaligus awal tonggak sejarah Komunitas Parkour Surabaya berdiri dan terbentuk. Yes, he's the man, he's the founder, dialah pendiri Komunitas Parkour Surabaya yang kala itu menemukan kata "parkour". Seorang diri, Mayo mendalami apa yang dia pahami tentang parkour dari informasi dan artikel-artikel yang minim di internet. Pada masa itu memang sulit mendapatkan informasi tentang parkour tapi sekalinya menemukan, itu merupakan informasi parkour yang bisa dibilang sumber parkour yang tepat mengingat semakin tahun, parkour semakin kehilangan maknanya. Kembali membudayakan hidup sehat, Mayo memulainya dengan jogging pagi hari sebelum berangkat kuliah, push up, sit up dan varian latihan fisik lainnya yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Hingga teman satu bandnya terlihat terkejut melihat perubahan yang terjadi di pribadi Mayo, Mayo harus menjelaskan apa yang membuatnya berubah pada teman-temannya saat temannya melihat Mayo terpergok sedang melakukan sit up di sela-sela latihan musik. Juga ada yang melihatnya ketika sedang asyik melakukan quadrupeddal di kampusnya dan beberapa kawan lain yang harus Mayo jelaskan tentang parkour. Beberapa dari mereka tertarik akan penjelasan parkour dari Mayo, beberapa tidak. Mereka yang tertarik, mencoba untuk ikut latihan bersama Mayo. Mereka mulai menetapkan jadwal untuk latihan bersama Suatu saat, Iko, seorang teman yang berkuliah di kampus ITS Sukolilo Surabaya mengajak Mayo dan kawan-kawan untuk mencoba spot-spot yang ada di lingkungan kampus ITS tersebut. Obstacle yang beragam membuat Mayo dan kawan-kawan merasa nyaman untuk berlatih disana. Jadwal rutin mulai ditetapkan sejak saat itu. Selang beberapa hari, anggota baru banyak bermunculan. Mayo pun juga harus sibuk membagi waktunya dengan kegiatan lain. Sering kali tanpanya, mereka tetap berlatih sesuai jadwal namun tidak berlatih sebagaimana mestinya parkour harus dilatih. Bagaikan anak kecil, para penyuka parkour ini hanya datang berlatih untuk mempelajari dan menguasai gerakan-gerakan yang memiliki banyak penamaan dan itu sangatlah menyenangkan. Banyaknya anggota baru yang berdatangan, membuat perkumpulan ini berinisiatif untuk menemukan sebuah nama yang tepat sebagai sebutan mereka. "Escape",salah satu nama yang muncul atas dasar bahwa parkour juga merupakan suatu bentuk beladiri yaitu melarikan diri meskipun disinyalir penamaan tersebut muncul atas dasar pelarian dari kegiatan perkuliahan yang seringkali dirasa penat oleh praktisinya yang sebagian besar adalah mahasiswa. Escape sendiri menjadi nama yang ambigu dalam penulisannya karena seseorang berpendapat lain bahwa harus ada nama kota Surabaya dalam nama komunitas ini. Seseorang yang lain menjawab huruf "S" dalam kata Escape adalah singkatan dari Surabaya sehingga berubah jadi EScape. Yang lain lagi berusul untuk menanggalkan huruf "E" pada Escape maka berubah jadi Scape. "Lantas ketika Scape adalah sebuah singkatan, harusnya tidak cuma satu huruf yaitu"S" saja yang mempunyai kepanjangan. Apa kepanjangan untuk huruf yang lain?", pertanyaan lain terlontar. Pembahasan nama ini selesai dengan akhir yang mengambang karena mereka mendiskusikannya dalam keadaan berjalan untuk hijrah ke spot yang lain di ITS. Suatu ketika, mereka mendapatkan kesempatannya yang pertama untuk muncul di surat kabar. Usai sesi pemotretan, wartawan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengisi liputannya hingga mereka menanyakan apa nama yang diberikan untuk komunitas ini. Terkesan seperti menjawab pertanyaan yang susah, mereka beberapa detik terdiam berpikir dan nama terakhir yang mengambang itu diputuskan untuk digunakan menamai mereka yaitu Scape. Seorang teman yang mengajukan pertanyaan terakhir tak terjawab sebelumnya menanyakan kembali di saat yang tidak tepat dan membuat mereka berdiskusi lagi bersama dengan reporter surat kabar. Muncullah sebuah nama Surabaya Community of Ape yang disingkat ScAPE. Sebuah nama berbahasa Inggris yang dinilai mereka sangat keren meskipun terdengar aneh di telinga. Huruf "c" yang kecil diantara huruf besar yang lain diartikannya sebagai mereka adalah komunitas kecil di Surabaya dimana parkour sebagai aktifitasnya yang masih relatif belum banyak dikenal dan digeluti masyarakat saat itu. Jelas atau tidaknya asal usul sebuah nama, tetap saja ScAPE telah menorehkan namanya dalam sejarah parkour di Surabaya. Bisa saja mereka adalah komunitas pertama yang ada di kotanya dan yang pasti, mereka adalah kami yang masih berdiri hingga kini.
Kami adalah sekelompok pemuda yang masih belia dalam mendalami parkour saat itu, tanpa informasi yang cukup dan pengetahuan yang matang, kami banyak menghabiskan hari-hari kami untuk berlatih, dalam arti lain, kami bersenang-senang. Tidak ada artikel-artikel penting yang bisa kami baca dan pahami dan pelajari dalam parkour. Kami banyak menyalahartikan prinsip, seperti salah satunya, "no pain, no gain", kami menerjermahkannya luka adalah hal yang biasa di parkour, tanpa luka berarti kami tidak belajar. Suatu ketika Danimaru, sahabat kami mencetak sebuah artikel untuk kami baca. Artikel berjudul Delusi yang ditulis oleh Chris Rowatt, seorang praktisi parkour yang kini menjadi seorang instruktur di Parkour Generation. Banyak pesan yang ingin penulis sampaikan disana tapi kami bagaikan anak kecil yang mempunyai mainan baru sehingga tidak ada orang yang bisa mengingatkan kami bahwa kami salah dalam memainkan mainan baru tersebut. Kamipun terus bermain, berlari, meloncat, bergantung. Semakin tinggi, semakin cepat, semakin berbahaya yang kami lakukan dan sukses adalah satu bentuk pencapaian berbonus tepuk tangan yang kami cari.
Bermain dengan ketinggian adalah favorit kami, karena tanpanya, kami menganggap identitas sebagai praktisi parkour akan kurang terlihat pada diri kami. Seseorang dari kami menjatuhkan diri dari ketinggian 2,5 meter dengan tulang kaki patah ketika telah sampai di bawah. Menjadi sebuah momen tak terlupakan dalam sejarah kami. Setelahnya, banyak dari kami yang menghilang dari ScAPE hingga tersisa beberapa yang bertahan. Peristiwa itu banyak memberi pelajaran bahwa apa yang kami lakukan tidak seharusnya secepat itu. Banyak proses di parkour yang kami percepat, banyak hal yang kami terima tapi tubuh menolaknya. Sebuah titik balik bagi kami untuk lebih mendalami parkour ke depannya.
Lutfi AKA Radd, adalah anggota ScAPE yang menghubungkan kami dengan Parkour Indonesia, sebuah komunitas besar parkour yang ada di negeri ini untuk menaungi komunitas-komunitas parkour di tiap kota di Indonesia. Tanpa kami tahu, Lutfi jugalah salah satu pendiri Parkour Indonesia, karena Parkour Indonesia dulunya merupakan sekumpulan para pecinta parkour yang saling terhubung lewat Parkour.net dimana Lutfi juga sebagai membernya. Mereka saling sharing dan berdiskusi hingga memiliki misi untuk menyatukan praktisi parkour se Indonesia hingga muncullah Parkour Indonesia yang biasa disingkat PKID. Dengan menanungi banyak komunitas di tiap kota, PKID juga memiliki misi untuk melestarikan parkour, menjaga nama parkour dan menyebarluaskannya. Jamming Nasional atau Jamnas merupakan agenda rutin PKID yang ditunggu-tunggu tiap tahun untuk mengumpulkan praktisi-praktisi parkour se Indonesia di satu kota dalam sebuah acara gathering, sharing, jamming atau latihan bersama dan lain sebagainya. Sudah terjadi enam kali Jamnas diadakan, Malang, Bandung, jogja, Surabaya, Bali dan Jakarta untuk tahun 2014 ini. Dengan tergabungnya kami di PKID, banyak manfaat yang telah kami ambil, dari koneksi atau relasi yang ada di seluruh Indonesia hingga pengetahuan dan pemahaman parkour yang semakin lebih baik lagi. Terima kasih PKID. Jaya selalu!
Tahun demi tahun berlalu, parkour di komunitas ini bagaikan hutan bagi anggota-anggota kami. Siapapun yang lemah, dalam artian lemah pemahaman akan parkour akan hilang dengan sendirinya. Adanya hukum alam yang ada di parkour membuat kami banyak merelakan para sahabat-sahabat yang pernah berjuang bersama namun harus pergi karena pilihan dan pertimbangan yang bermacam-macam. Seandainya mereka jauh memahami makna parkour, keputusan untuk berhenti parkour tidak akan mereka pilih. Banyak generasi yang bergulir, banyak wajah datang dan pergi, banyak kesamaan nama dengan wajah dan cerita berbeda ini tidak membuat kami putus asa untuk terus menyuarakan parkour di Surabaya. Dalam keabuan makna parkour dewasa ini, kami ada untuk memperjelasnya, sejelas hitam dan putih.


Posted on Tuesday, May 20, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape

Open Recruitment

Kepengurusan ScAPE Parkour Surabaya.
Pendaftaran dibuka tgl 12 Mei - 19 Mei.


Cara pendaftaran:
Ketik Daftar [ spasi ] Pengurus [spasi] Scape
kirim ke 083856007290

Posted on Thursday, May 15, 2014 by Parkour Surabaya

No comments

scape

Sadari bahwa kecelakaan bisa terjadi pada siapapun. Sadari pula bahwa kecelakaan juga merupakan pilihan. Jika kecelakaan adalah satu bentuk dari hal buruk yang terjadi, kita bisa memiliki pilihan yang lain yaitu hal baik dimana lawan kata dari kecelakaan adalah keselamatan atau selamat.
Saya bermain analogi disini, keburukan berlawanan dengan kebaikan, begitu juga kecelakaan berlawanan dengan keselamatan. Sekedar mengingatkan bahwa selalu ada pilihan dalam hidup, tinggal kita berada dalam upaya yang mana di hidup ini, sedang berupaya dalam kebaikan atau keburukan.



 1.1 Parkour Jawa Timur Coaching Clinic 2013 ( Surabaya )
 
Kecelakaan bisa saja terjadi saat kita sedang berada pada jalan yang benar (kebaikan). Bagi seseorang yang pintar dalam mengambil hikmah, kecelakaan ini menjadi sebuah pembelajaran yang berharga, kecelakaan ini memberikan sebuah pesan peringatan bahwa ada hal yang perlu dibenahi sehingga dia akan mengevaluasi diri dan bangun untuk mencoba kembali membenarkannya.
Bagi mereka yang mengalami kecelakaan namun pada jalan yang salah (keburukan), mereka seringkali kurang memahami arti dan hikmah atas apa yang menimpanya. Banyak pula dr mereka yang memberi hikmah dan pesan yang salah dari apa yang dialaminya. 

Kecelakaan bagi mereka seringkali diartikan "faktor x", "tidak beruntung" atau "apes". Ini adalah hikmah yang mereka simpulkan sehingga mereka tidak melakukan evaluasi diri dan pembenahan karena kecelakaan itu berakhir pada kesimpulan kata "apes". Sebuah kata sederhana yang mensugesti otak untuk berhenti berpikir dan mengevaluasi diri. Ketika mereka mencoba bangun dan mengulangi lagi, mereka sama halnya hendak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kali.



1.2 Morning Class Parkour Surabaya ( 7 Juli 2011 )


Saya merumuskannya seperti berikut; melakukan sesuatu yang salah maupun benar, keduanya memiliki potensi untuk terjadi kecelakaan. Namun kita memiliki pilihan untuk meminimalisir kecelakaan dengan berusaha untuk berada di jalur yang benar.

Apa yang ada di pikiran anda ketika bahasan kecelakaan di atas saya kaitkan dengan parkour? Masihkah anda berpikiran seperti berikut; parkour dan kecelakaan itu sangat identik, parkour adalah olahraga ekstrim, jadi sangat wajar kalau terjadi kecelakaan atau malah parkour tanpa kecelakaan berarti sama dengan belum belajar parkour. Apakah kalimat-kalimat ini yang ada di kepala kita? Jika ya, saya yakin bahwa anda sangat berpengalaman sekali di bidang kecelakaan, namun kurang memahami parkour.
Sekarang saya akan mengajak anda untuk berandai-andai dengan permainan analogi lagi untuk mempermudah memahami parkour dalam konteks bahasan ini. Saya akan membuat permisalan dengan parkour adalah atau sebagai sebuah pisau buah.

Si A adalah orang baik, semasa hidupnya dia ingin menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya. Kemudian dia menemukan sebuah pisau, yang dia lakukan adalah mengenali jenis pisau apa yang dia temukan, terkadang dia mencoba menanyakan ke tiap orang yang dianggapnya mengerti, terkadang dia cari tahu di internet. Si A pun mendapatkan jawabannya bahwa pisau ini adalah pisau buah.
Si A mencoba memanfaatkan pisau itu untuk belajar mengiris dan memotong buah. Namun kecelakaan terjadi, pisau itu mengiris sedikit kulit dari ibu jarinya. Si A berhenti sejenak dan sembari mengobati lukanya, dia mencari tahu lebih lanjut bagaimana cara mengiris buah yang benar. Dia menemukannya, kemudian dia belajar dari kesalahan dan belajar menggunakan pisau itu kembali, sukses dengan potongan buah yang pertama, dia mengulangi dengan buah yang kedua hingga banyak buah yang terpotong hanya untuk meyakinkannya bagaimana memotong buah dengan benar. Si A tidak berhenti disitu, dia mulai belajar memotong beberapa buah yang berbeda karena beda buah, beda pula cara mengupas kulit dan memotongnya. Bahkan dia memahami ada beberapa buah yang tidak bisa dipotong dengan pisau buahnya seperti kelapa dan aren. Dia menikmati hasil kerjanya untuk membantu hidupnya sendiri. Sejak dia menemukan pisau buah itu, banyak perubahan positif di hidupnya. Dari sebuah pisau, dia memahami banyak wawasan tentang buah dan manfaatnya bagi kesehatan. Sekarang si A dikenal banyak orang karena restoran makanan kreasi buahnya mampu menyadarkan masyarakat tentang hidup sehat.

Di sisi lain, si B adalah seorang yang tidak suka berpikir kritis dan analitis, malah si B adalah tipe orang yang terlalu obsesif dan sering berpikir negatif. Banyak dendam yang mengisi hidupnya. Baginya, hidup bagaikan kompetisi dimana dia harus menang apapun caranya. Suatu saat si B menemukan sebuah pisau. Yang dia lakukan adalah membawanya dengan wawasan sekedar tahu bahwa pisau yang dibawanya itu tajam. Suatu saat, si B sedang berselisih dengan orang di jalan, dia berpikir itulah alasan mengapa dia menemukan pisau. Tanpa perlu penjelasan kronologis, si B berhasil melukai dan membuat takut orang itu. Sensasi ketika mengayunkan pisau, kepuasan ketika membuat orang lain takut padanya, perubahan drastis ekspresi lawan dari ekspresi menantang berubah menjadi tunduk dan takluk di hadapannya membuat si B menikmatinya dan ketagihan. Keesokan hari si B yang sengaja menciptakan perselisihan terlebih dahulu kepada orang lain di jalan. Sekali lagi si B berhasil menunjukkan pisaunya dan menakuti orang lain. Hal ini berulang-ulang dia praktikkan hanya untuk membuatnya disegani orang lain, membuatnya dianggap tidak ada yang bisa mengalahkannya hingga suatu saat dia mengulanginya lagi. Dia bertemu dengan orang dan menantangnya. Seperti biasa, pisau dikeluarkannya tapi lawannya tidak menunjukkan ekspresi takut sedikitpun. "kau pikir kau bisa membunuh orang dengan pisau buah?", tanya orang itu pada si B. Pertanyaan yang itu tidak membuatnya takut tapi pengetahuan sempitnya yang membuatnya khawatir. Dia tidak mengetahui bahwa pisau yang digenggamnya ternyata pisau buah.

Tidak ingin ketakutan mendominasinya, si B menyerangnya terlebih dulu dengan pisaunya dan kecelakaan menimpanya, mata pisau buah itu terlepas dari pegangannya dan mengenai tubuhnya sendiri.
Tidak seperti si A, si B tidak mempunyai waktu untuk selamat dari kecelakaan karena dia tidak memahami pisau apa yang digenggamnya, dia tidak memahami fungsi utama pisau yang digenggamnya, dia tidak bijaksana terhadap semua tindakannya.




 1.3 Jamming Nasional Parkour Indonesia 2013 ( Surabaya )

Sama halnya dengan parkour, mengenali dan memahami terlebih dahulu apa dan seperti apa parkour itu merupakan salah satu sikap tindakan meminimalisir kecelakaan yang paling utama. Menjadi kritis dan analitis di parkour sangatlah penting seperti kita menyikapi sebuah granat sebelum kita memainkannya untuk bermain bola.
Menempatkan diri dalam bahaya merupakan tindakan yang ekstrim dan parkour bukan kegiatan ekstrim. Di parkour seharusnya kita memposisikan diri untuk siap terhadap bahaya.
Apa yang kita lihat dan anggap tentang parkour akan sama terhadap apa yang kita dapat darinya.


Artikel dibuat oleh Langit Wira
Editor: Andreas Lucio Ivanno

Posted on Monday, May 12, 2014 by Andreas Lucio Ivanno

No comments

scape


Tantangan yang ada dalam parkour, bukan dicari oleh setiap praktisinya, tantangan muncul dengan sendirinya saat seseorang menggali potensi fisik dan mental terhadap
dirinya yang ada dalam latihan parkour. Perbedaan lain pada parkour yaitu, aktivitas ini tidak dikembangkan dengan cara kompetisi, baik secara kelompok, maupun individu.
Mereka percaya, bahwa untuk mengembangkan diri, dimotivasi oleh mereka sendiri dan tidak perlu menjatuhkan orang lain untuk memperoleh kemenangan.Dan parkour tidak hanya latihan untuk tubuh secara fisik, tapi juga filosofi dalam membela diri, mempertahankan diri dan cara bergerak dalam menjalani kehidupan.

Posted on Saturday, May 10, 2014 by Parkour Surabaya

1 comment